Kamis, 25 September 2014

Putri Bougenville
Karya Indriyana Adiesta Rakasiwi

“Ingin kurasakan indahnya duniamu, seluruh ciptaanmu, oh tuhan… andai kau berikan satu hari untukku memandang, untuk bisa merasakan indah ciptamu itu. Merasakan keindahan yang selalu bisa mereka rasakan. Indahnya kilau mentari terbit, indahnya rintik hujan yang membasahi dunia, dan indahnya melihat sosok tampan bagai pangeran yang mereka dambakan selama ini. Sedang aku disini, aku yang terbiasa hidup dalam kegelapan dunia. Namun, aku menerima karena aku tahu ada sejuta kebahagiaan yang sudah Kau rencanakan untukku kelak. Terimakasih Tuhan, kuterima segala pemberianmu, segala anugrah yang aku miliki.” Begitulah isi hati Afnita ketika ia bangun dari tidurnya. Tak ada doa yang ia inginkan, hanya cukup dapat melihat dengan jelas dan terlepas dari kegelapan mata dan dunia, untuknya itu sudah sangat lebih dari cukup.
Afnita Ayu Wardhani, gadis belia yang sudah hampir 17 tahun menjalani hidupnya dengan kegelapan dunia. Tak satupun pernah ia lihat, bahkan wajah orang tuanya sendiripun ia tak tahu. Perih memang, karena pasti ia sangat merasa asing dengan orang-orang di sekitarnya, namun tak seburuk itu, karena banyaakk sekali orang-orang yang tulus menyayanginya.
Ayu merupakan salah satu siswi dari SMU Tunas Harapan, ia duduk di bangku kelas 11 dan ia sangat mencintai music. Suatu ketika, ada seorang pemuda yang melintas di depan rumahnya, pemuda itu terkagum oleh paras cantik Ayu, ia memanggil Ayu dan mencoba untuk mendekatinya, namun tak ada jawaban dari Ayu. Pemuda itu berkata “sombong sekali wanita cantik itu” ujarnya dan kemudian Ayu memanggil bibi Ramlah untuk membantunya berdiri dan segera masuk ke kamarnya. “biii, tolong bii” ujar Ayu “iyaa non, tunggu sebentar” jawab bibi. Ayu pun berdiri dengan bantuan tongkat itu dan dibantu oleh bibi dan mereka segera masuk ke dalam rumah.
“yaampun, ternyata wanita cantik itu butaaaa” ujarnya “aduh aku berdosa sekali sudah mengatakan hal yang tak sepantasnya itu. “ ujar kembali lelaki itu. Pemuda itupun segera pergi dan meninggalkan rumah ayu. Keesokan harinya, pemuda itu datang kembali dan melihat Nita sedang duduk di teras rumahnya sambil meminum segelas teh hangat. Ia terlihat sangat cantik, tak sedikit pun terlihat bahwa ia tidak bisa melihat. “wanita yang tegar, sangat cantik dan menawan, sungguh hati yang mulia” ujar pemuda itu. Kemudian dia mendekati gerbang rumah nita dan pemuda itu mulai bernyanyi.
Nita yang mendengar suara indah itu pun tersenyum, ia memang suka music, dan ketika mendengar suara indah pemuda yang ia  tak kenal itu, nita pun merasa tenang dan nyaman. Pemuda itu melihat ekspresi nita yang memberikan tanggapan positif. Tak lama kemudian, Nita memangil bibinya dan meminta tolong untuk mengajak pemuda itu masuk sebentar ke dalam rumahnya, lalu bi Ramlah menghampiri pemuda itu, “mas, si non ingin mas masuk dulu kedalam, mungkin karna dia senang mendengar suara mas itu” ujar bibi “sebenarnya saya ingin sekali mbak, tapi saya ada urusan lagi, sampaikan saja pada wanita cantik itu, bahwa saya akan datang kembali kesini” ujar sang pemuda “ohiya mbak, boleh saya tahu nama wanita itu” Tanya sang pemuda “namanya non Ayu mas” jawab bibi “baiklah terimakasih, saya permisi dulu mbak” ujar pemuda itu kembali dan dia segera meninggalkan rumah Nita.
Bi Ramlah segera menghampiri Nita dan menyampaikan pesan dari pemuda itu, setelah ia mengetahui bahwa pemuda itu akan datang lagi, Nita terlihat sangat senang, entah mengapa ia begitu gembira dan bi Ramlah pun ikut senang melihat keceriaan nita.
Keesokan paginya, Nita duduk santai diteras dengan segelas teh hangat. Mencoba mencari datangnya sumber suara, menanti suara merdu itu datang kembali. Tak lama, ternyata pemuda itu pun tiba, ia tersenyum melihat Nita yang sangat terlihat sedang menantikan seseorang, tanpa basa-basi pemuda itu segera mendekat ke gerbang rumah Nita. Ia memetikan senar-senar gitarnya dengan perlahan dan mulai menyanyikan lagu yang sudah ia buat sendiri semalam. Nita yang mendengar suara indah itu, segera berdiri dengan tongkatnya dan mulai berjalan perlahan mendekati arah suara itu. Nita pun terhenti tepat di depan gerbang dan ia tahu, saat ini dia sedang saling berhadapan dengan pemuda itu. Nita tersenyum dan setelah pemuda itu selesai menyanyi, pemuda itu berkata. “lagu yang indah untuk gadis cantik dan penuh pengorbanan menjalani hidupny” ujar sang pemuda di dalam hati. “hai ayu, lagu tadi khusus untukmu, aku harap kamu suka yaa” ujar sang pemuda “aku suka kok, suaramu indah, tak ada yang tak suka dengan suaramu” ujar Nita “tapii, darimana kamu tau namaku Ayu??” tanyanya “kemarin saat bibi mu menghampiriku, aku sempat menanyakan namamu” jawab sang pemuda “bagaimana kalau kamu masuk dulu, kita berbincang sebentar dan mungkin bisa bernyanyi bersama” pinta Ayu “wah boleh banget, yaudah ayuk” jawab sang pemuda senang.
Mereka pun duduk di teras, pemuda itu membantu Ayu dan ia duduk di depan Ayu, Nita pun memanggil bibinya untuk menyiapkan minum untuk sang pemuda.  Setelah bibi kembali dan meletakan segelas teh hangat, nita bertanya “kamu sudah tahu namaku, sekarang aku mau tau, siapa namamu??” Tanya Ayu manis “namaku Rizky” jawab pemuda itu sambil menyambut tangan ayu yang ingin menggenggam tangan sang pemuda untuk berkenalan. Pemuda itu bertanya lagu apa yang enak untuk dinyanyikan mereka berdua, kemudian entah karna apa, mereka menjawab secara bersamaan, menjawab dengan kompak. “sandy thema – kaulah yang ku sayang” Rizky pun segera memainkan senar gitarnya dengan lihai, mereka pun mulai bernyanyi dengan indah dan merdu.
Tiga haripun berlalu, tiga hari yang mereka lewati bersama, dengan kebahagiaan dan ketulusan keduanya, tiga hari dengan setiap pagi yang indah untuk bernyanyi bersama, saling melengapi dan memahami. Mengartikan makna kehidupan sesungguhnya, sungguh hari-hari indah yang mereka lewati bersama. Pagi ini Rizky yang bernniat datang kembali kerumah nita, tak melihat nita yang seperti biasa duduk manis diterasnya, ia mencoba memanggil nita dan tak ada jawaban. Hanya si bibi yang keluar, kemudian Rizky bertanya apakah nita ada dirumah atau tidak, namun sayang, ternyata nita tidak ada di rumah. “non ayu sedang tidak dirumah mas, untuk 2 minggu kedepan si non tidak ada dirumah, ia sedang ada urusan” ujar sang bibi dan Rizky pun segera pamit dan berterimakasih atas informasinya. “2minggu?? Sungguh waktu yang tak sebentar. Kemana ya ayu??” ujarnya bertanya-tanya.
Satu minggu sudah berlalu, satu minggu yang penuh kesepian, Reno sahabat Rizky yang melihat kemurungannya itupun agak cemas dengan Rizky, akhirnya Reno mengajak Rizky kesebuah café di bilangan kemang, Jakarta. Kebetulan memang band mereka ada tawaran untuk mengisi acara di café itu. Akhirnya Rizky menerima, dan berharap dia bisa bertemu ayu malam nanti. Harapan kecil yang ia inginkan untuk saat ini. Malam pun tiba, tepat pukul 19.00 rizky dan kawan-kawannya sudah sampai di cefe tersebut. Mereka sudah bersiap-siap karena mereka akan bernyanyi sebagai openingnya. Semua sudah siap, rizky pun yang terlihat lemas, tetap mengganggap dirinya kuat. Acara dimulai, band mereka mulai menyanyikan satu buah lagu. Dan dilanjutkan dengan lagu kedua, setelah selesai mereka segera menuju ke loby untuk segera kembali pulang karena hari sudah malam. Tiba-tiba di parkiran, ada 2 orang suami istri yang memanggil mereka “hai kalian, anakmuda” panggil lelaki itu dan disampingnya ada seorang wanita yang mereka yakini bahwa itu istrinya. Mereka pun menghampiri kedua orang tersebut dan bertanya “ada apa yaa pak?” Tanya Reno “hhmm kami mau mengundang kalian di acara putri kami yang ke 17. Acaranya dua minggu lagi. Apa kalian bersedia?” ujar sang lelaki itu. Mereka saling memandang dan akhirnya Rizky berkata “iya pak kami bersedia, bapak silahkan saja berikan kami alamat dimana acara itu akan dilaksanakan dan pukul berapa kami harus datang, kami pasti datang” ujar Rizky sopan “baiklah ini kartu undangannya, acaranya dimulai puku 19.00 dan kalian bisa datang pukul 19.30” jelas pria itu “baiklah pak, kalau begitu kami permisi dullu” ujar Reno dan kedua orang tua itupun meng-iya-kan dan mereka segera meninggalkan tempat parkir itu.
Satu minggu berlalu, ini artinya sudah 2 minggu Rizky tidak bertemu dengan Ayu. Tiba-tiba dia ingat perkataan bibi kalau Ayu ada urusan untuk 2 minggu kedepan. Dan berarti sekarang ia sudah ada dirumah. Yaaa pasti sudah. Rizky pun dengan semangat segera bersiap menuju rumah ayu. Sesampainya disana, ternyata masih sama seperti hari-hari kemarin. Ayu tetap tidak ada di rumahnya, dan ternyata bukan hanya Ayu tetapi juga bibi yang biasa membantu ayu. “Atau jangan-jangan dia pindah rumah yaa??” Tanya rizky pada dirinya sendiri. Ia lalu mencoba bertanya kepada seorang satpam yang hendak mengecek sekeliling komplek, dan ternyata benar Ayu dan keluarganya memang sudah pindah sejak 2 hari yang lalu. Hatinya hancur, fikirannya tak menentu, entah mengapa dia begitu kecewa. Lalu Rizky membuka tasnya dan melihat sebuah undangan yang diberikan dari dua orang tua yang bertemu dengan mereka seusai mereka tempil di café itu, ia melihat nama sang gadis yang akan merayakan ulang tahunnya itu. “Afnita Ayu Wardhani. andai ini adalah kamu yu, tapi itu pasti mustahil. Tapi aku tetap akan selalu menyimpan harapan-harapan kecil untuk bisa kembali melihatmu dengan senyum manis dan mendengar suara merdumu itu.” Ujar Rizky sambil tersenyum. Lalu Rizky pun segera meninggalkan rumah nita dan kembali kerumahnya.
            Keesokan harinya, Reno dan teman-teman band lainnya datang kerumah Rizky, sesampainya di rumah Rizky mereka mendapati Rizky yang sedang duduk menatap tajam jam dinding sambil memainkan senar gitarnya. Di petiknya senar-senar itu dengan lihainya dan ia hanya terpaku dengan dentuman jam dinding dan petikan senar gitarnya. Reno segera berdiri tepat di depan Rizky, “ayolahh Ky, mau sampai kapan?? Dia mungkin udah mendapatkan kebahagiaannya. Masa karna masalah kaya gini, kita semua hancur jugaa??” ujar Reno. Rizky langsung menoleh dan bertanya mau apa mereka datang kerumahnya, dan mereka semua menjawab bahwa mereka ingin mencoba menghiburnya. Rizky terdiam. Dia berfikir sejenak, dan ia menatap tajam mata Reno. Lalu tersenyum. “kapan acara ulangtahun itu??” Tanya Rizky “tiga hari lagi ky” jawab Vincent salah satu personel bandnya. “okee kita latihan untuk persiapan di acara itu.” Ujar Rizky dan segera menuju ke ruang music yang ada di lantai 2 rumahnya itu dan teman-temannya terdiam sejenak, lalu tersenyum. Mereka pun segera mengikuti Rizky dan mereka segera berlatih bersama.
            Dengan waktu bersamaan, di tempat yang berbeda, yaa memang sangat berbeda, Nita… yaa nita, ia sedang terbaring di sebuah ruangan di rumah sakit. Ia tertidur pulas dalam ruangan itu, kedua orang tuanya berdiri disamping nita dan tersenyum kecil melihat putri cantiknya itu sedang tidur dengan pulasnya.
            Melihat kedua keadaan ini, memang terlihat sangat berbeda, rizky untuk membangun hidupnya kembali, terlepas dari baying-bayang Ayu yang pernah ia dambakan sebagai gadis manis dengan hati mulia bagai malaikat. Dan Nita yang berjuang dalam ruangan asing di sebuh rumah sakit. Gadis cantik nan manis ini memang sudah terbiasa dengan kegelapan dunia, namun akankah ia bisa mewujudkan mimpinya untuk bisa melihat indahnya duniaa?? Dan itu semua sudah diatur oleh sang pencipta. Karena memang semua ini adalah jalan yang harus mereka lewati.
            Tiga hari sudah berlalu, acara ulangtahun yang harus Rizky dan kawan-kawannya kunjungi sebagai pengisi acarapun sudah tiba saatnya, semua lagu yang mereka siapkan special untuk acara si gadis belia itu pun sudah benar-benar siap. Rizky dan kawan-kawannya sudah mempersiapkan dengan, matang dan ingin menampilkan yang terbaik di hari istimewa sang gadis ini. Tepat pukul 19.00 mereka menuju ke sebuah rumah tempat acara tersebut dilaksanakan. Setelah sampai mereka sudah ditunggu oleh seorang satpam ruma itu, ternyata semua memang sudah disusun rapi, sungguh acara yang sangat meriah. Mereka lansung diantar ke ruangan untuk mereka mengganti pakaian atau berlatih sebentar. Tepat pukul 19.30, disinilah puncak acaranya akan dilaksanakan. Mereka diantar oleh satpam tadi ke sebuah panggung sederhana yang sudah disiapkan, mereka melihat sosok wanita cantik diujung sana dengan menggunakan gaun cantik nan indah, rizky dan reno saling memandang, mereka yakin itulah gadis yang merayakan ulang tahunnya. Mereka segera menyakikan sebuah lagu yang pernah rizky nyanyikan khusus untuk ayu, dan kali ini khusus untuk sang putri cantik di ujung sana.
            Setelah selesai bernyanyi, Rizky sempat terdiam karna mencoba mencari gadis yang berulangtahun itu, namun ia sudah tidak ada di sana, yang ada hanya kue ulangtahunnya dan kedua orang tuanya yang mengundang mereka tampil. Tiba-tiba suara merdu terdengar, rizky merasa mengenali suara itu, dan ternyata ketika ia menoleh kebelakang, ia menyadari kalau gadis cantik itu adalah ayu yang selama ini di nantikannya semenjak merek berpisah. Mereka pun menyanyikan lagu itu bersama, lagu indah dengan suara yang indah dan orang yang indah pula.
            Seusai menyanyikan lagu itu bersama, mereka saling memandang dan tak mampu mengungkapkan kata-kata, sungguh rizky tersenyum lebar dengan melihat ayu yang selama ini ia cari. Dan sekrang ia bertemu dengannya dalam keadaan wanita sempurna. Gadis belia, cantik, nan lugu yang dulu masih dalam keadaan terbelenggu dengan gelapnya dunia, sekarang menjadi gadis cantik yang sempurna dengan mata indah yang bersinar dan masih dengan keramahan dan ketulusan hatinya yang sama seperti dahulu. Setelah lama terdiam, mereka pun mulai berbincang. “apa benar kamu rizky yang selalu menemaniku dikala aku masih hidup dengan kegelapan mataku dulu??” Tanya ayu tersenyum
“iyaa yu, ini aku, Rizky yang selama ini menantikan kabarmu, yang tiba-tiba saja menghilang. Iyaa yu aku rizky yang selalu bernyanyi deganmu di pagi hari” jelas Rizky. Mereka saling tersenyum dan nita membawa Rizky dan teman-temannya itu turun dari panggung. Sudah waktunya untuk merayakan hari jadinya yang ke 17, setelah menium lilin, kue pun dipotong dan potongan pertama itu ia berikan kepada kedua orang tuanya, lalu potongan keduanya ia berikan kepada Rizky.
            Mereka saling memandang dan tersenyum, sungguh tak pernah terfikirkan bahwa mereka akan kembali bertemu, “memang cinta adalah cerita yang tak pernah tuntas. bagai samudra yang tak bertepi, namun memiliki kedalaman yang penuh keindahan dan misteri. Menyelami samudra cinta mungkin adalah jawaban yang sesungguhnya kita cari dengan Bougenville sebagai saksi, dimana mereka dapat hidup justru di tanah yang tidak subur dan tumbuh dengan indah bersama kilau warna-warni cerianya” nita menuliskan kalimat tersebut di sebuah kertas dan memberikannya kepada Rizky dan rizky pun tersenyum dan menatap tajam mata ayu.
“dan kau, seraya putri bougenville yang menjalani kehidupan pahitmu yang lalu. Kau memang  Nampak seperti bougenville, dapat bertahan dengan kondisi dan situasi yang sangat berbeda dengan wanita lainnya. Sungguh putri bougenville yang sangat ku dambakan, hati tulusmu, senyum manismu, dan kilau indah sinar matamu membuatku benar-benar merasa memiliki sosok wanita sempurna. Dan kesempurnaamu kau dapatkan setelah sekian lama kamu berada dalam dunia kegeelapan dahulu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar